LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN AGAMA KATOLIK
Tema: "Kasih Ibu, Cerminan Kasih Allah"
A. Identitas Kegiatan
Kegiatan: Penyuluhan Agama Katolik bagi Remaja
Tema: Kasih Ibu, Cerminan Kasih Allah
Sasaran: Remaja Panti Asuhan Bina Putra
Penyuluh: Rogatianus Slamet Widiantono
Instansi: Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Bantul
B. Latar Belakang
Kasih seorang ibu merupakan salah satu gambaran nyata kasih Allah yang selalu menerima, merawat, mengampuni, dan menguatkan anak-anak-Nya. Melalui penyuluhan ini, para remaja diajak untuk mensyukuri kasih yang telah mereka terima dari ibu kandung, pengasuh, maupun orang-orang yang hadir sebagai sosok ibu dalam kehidupan mereka. Mereka juga diajak menumbuhkan sikap hormat, peduli, dan penuh kasih kepada sesama.
C. Jalannya Kegiatan Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan lagu pembuka yang membangun semangat peserta. Penyuluh kemudian menyampaikan materi mengenai makna kasih ibu berdasarkan Sabda Tuhan, disertai refleksi dan berbagi pengalaman para remaja. Suasana berlangsung hangat, penuh antusias, dan peserta aktif menyampaikan pendapat serta pengalaman mereka.
Sebagai penutup, peserta diajak membuat komitmen sederhana untuk semakin menghargai dan membalas kasih yang telah mereka terima melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan diakhiri dengan doa penutup, pembagian bingkisan ringan, dan sesi foto bersama sebagaimana tampak pada dokumentasi kegiatan.
D. Materi Pokok
Kasih ibu sebagai wujud kasih Allah yang tanpa syarat.
Pentingnya bersyukur atas setiap orang yang merawat dan mengasihi kita.
Menghidupi kasih melalui sikap hormat, kepedulian, dan pelayanan kepada sesama.
E. Hasil Kegiatan
Remaja memahami makna kasih ibu sebagai cerminan kasih Allah.
Tumbuh rasa syukur dan penghargaan terhadap orang tua maupun pengasuh.
Terbangun semangat untuk saling mengasihi, menghormati, dan membantu sesama dalam kehidupan sehari-hari.
F. Penutup Penyuluhan Agama Katolik dengan tema "Kasih Ibu, Cerminan Kasih Allah" berlangsung dengan baik dan membawa suasana penuh keakraban. Diharapkan nilai-nilai kasih yang telah dibagikan dapat terus diwujudkan oleh para remaja dalam keluarga, panti asuhan, sekolah, maupun lingkungan masyarakat sehingga mereka menjadi pribadi yang beriman, penuh kasih, dan berkarakter Kristiani.
Komentar
Posting Komentar